Rahm, Nama Organ yang Mewakili Kualitas Cinta Allah SWT

blog (2)

Kita menyebut nama Ar Rahmaan dan Ar Rahiim berulang kali setiap hari dalam kalimat Bismillaahirrahmaanirrahiim. Ar Rahmaan lebih sering diartikan sebagai Maha Pengasih dan Ar Rahiim sebagai Maha Penyayang.

Baik Ar-Rahmaan maupun Ar-Rahiim berasal dari akar kata yang sama yaitu Rahm. Rahm adalah uterus (dalam Bahasa Indonesia uterus disebut rahim) seorang ibu. Jadi kualitas yang dibawa oleh makna Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim terkandung dalam sifat dari organ bernama Rahm (uterus) itu.

Perempuan adalah satu-satunya mahluk ciptaan Allah yang nama bagian tubuhnya Allah gunakan sebagai nama dari sifatNya. Baik manusia perempuan maupun hewan betina punya sifat yang dibawa oleh kualitas nama organ Rahm tersebut. Masya Allah, betapa menjadi perempuan dan terlahir dengan organ bernama sama dengan nama Allah SWT adalah kualitas kemuliaan tak tertandingi yang Allah anugerahkan.

Kualitas sifat yang dibawa oleh Rahm adalah sebuah situasi perlindungan sempurna yang mencakup semua hal tanpa perlu diminta.

Di dalam Rahm, bayi tidak perlu khawatir tentang makanan, minuman, oksigen, kelelahan, pembersihan diri, pertumbuhan, tidak perlu memikirkan biaya, beban tanggungan, kewajiban, dll. Anak di dalam kandungan sama sekali tidak perlu memikirkan apa apa. Semua ditanggung ibunya. Anak sama sekali tidak tahu apa saja yang harus ditanggung ibunya untuk sang anak terawat dengan baik dalam kandungannya. Sang anak bahkan tidak sadar dia ada dalam situasi ini, dan memang tidak ada kapabilitas dan kapasitas untuk tahu dan menyadari tentang ini.

Dalam Rahm, sang ibu pun sebenarnya belum mengenal janinnya, belum pernah bertemu anaknya, tidak sedang memeluk anaknya, tidak sedang mengusap anaknya. Anak juga tidak sedang berterimakasih pada ibunya, bahkan tidak melakukan apa apa untuk ibunya. Satu satunya hal yang dilakukan anak untuk ibunya adalah memberi rasa sakit selama kehamilan, rasa sakit yang relatif, tapi ini benar. Bahkan ketika anak itu lahir, proses kelahirannya itu hampir membuat ibunya tidak selamat.

Tapi ketika anak lahir, ibunya juga tidak marah atas semua rasa sakit dan beban tanggungan yang anaknya berikan. Ibunya justru mencintai anaknya lebih dari apapun. Ibunya menyusui dengan penuh cinta, padahal menyusui juga disertai dengan rasa sakit, sekali lagi rasa sakit yang relatif, tapi ini benar. Bahkan ketika anak butuh sesuatu, anak akan menangis memanggil ibunya, dan Ibunya pun memenuhinya tanpa bertanya apapun.

Ini semua ibu lakukan karena cinta. Murni karena cinta yang teramat besar. Rahm sebagai kata, telah mewakili kualitas perlindungan dan cinta yang se-ekstrim itu.

Itulah kualitas yang Allah bawa dalam kata Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim. Kualitas cinta dan perawatan seperti itulah yang Allah punya. Allah tahu, sadar, dan memenuhi kebutuhan kita, bahkan tanpa kita minta dan tanpa kita sadari. Kita butuh mata kita selalu basah dan jantung kita berdegup memompa darah ke seluruh tubuh, tapi kita tidak sadar untuk memastikan mata kita selalu basah, dan memastikan jantung berdegup. Tapi Allah sadar ada kebutuhan itu, dan Allah lah yang mengatur sistem badan kita sehingga mata kita basah, jantung kita berdegup, dll. Itu tidak terjadi secara otomatis, Allah yang mengatur dan memastikan itu berjalan setiap detik dalam hidup kita.

Mengapa Allah melakukannya, karena cinta. Rahm telah mewakili juga besarnya cinta Allah yang sangat besar pada kita, sehingga Allah melakukan begitu banyak untuk kita, meskipun tidak kita minta.

Rahm yang Allah jadikan sebagai namaNya dimuat dalam dua kata yang bermakna berbeda dan spesifik, yaitu Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim. Mengapa Allah memisahkan dalam dua kata berbeda ? Karena ada dua kualitas spesifik milik kata Rahm yang ingin Allah tunjukkan dan tegaskan.

Ar Rahmaan dengan akhiran –aan, artinya Mencintai dan Merawat dengan kualitas seperti ini :

  1. Sangat besar, tak terbayangkan besarnya. Jadi bukan kadar yang biasa dan normal
  2. Terjadi segera, saat ini juga. Segera memenuhi kebutuhan.
  3. Bisa berakhir ketika sudah terpenuhi atau ketika diambil/diakhiri. Terjadi sementara. Tidak terjadi selamanya.

Ar-Rahiim, dengan akhiran –iim. Artinya Mencintai dan Merawat dengan kualitas seperti ini :

  1. Sifat yang menetap, selalu terjadi. Permanen, terjadi seterusnya.
  2. Tidak selalu sedang terjadi saat ini. Bisa saja saat ini bukan hal ini yang sedang terjadi.

Jika kita analogikan ke laut, Ar-Rahmaan itu seperti ombak tinggi, ekstrim dan terjadi saat ini saja. Ar-Rahiim seperti laut tenang dan luas, terjadi setiap waktu. Dalam pikiran manusia, sulit untuk membayangkan dua kejadian itu terjadi bersamaan, tapi Allah Yang Maha Kuasa memang bisa memastikan dua kualitas sifat yang sangat berbeda pada dua nama itu terjadi bersamaan.

Itulah sebabnya dalam kalimat Bismillaahirrahmaanirrahiim, juga terkandung makna, Allah sebagai Rabb (“Master” atau Tuan) dan mencintai dan merawat dengan cinta yang ekstrim. Ini artinya jika Allah menyuruh hambaNya melakukan sesuatu, itu semua untuk kebaikan si hamba, dan Allah perintahkan semata karena Allah sangat mencintai hambaNya.

Dua kualitas Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim itu termaktub dalam kualitas sifat yang dibawa oleh nama organ Rahm. Demikianlah Allah menciptakan Rahm, dan demikian juga Allah berkehendak menempatkan Rahm hanya pada perempuan. Masya Allah, Allahu Akbar. Berbahagialah dan berbanggalah wahai perempuan.

 

Sumber referensi :

Video tafsir Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim di Bayyinah TV oleh Ustadz Nouman Ali Khan.

(renungan ketika sudah menginjak Hari Perkiraan Lahir (HPL) di kehamilan kelima, 7 November 2018, namun gelombang cinta belum hadir menyapa)

 

 

 

Iklan

Resume Kulwap “Personality of Our Family” Bag.2

Tanggal 6 Agustus 2018 telah dilaksanakan kulwap yang saya isi dengan tema Personality of Our Family oleh Ibu Profesional Solo Raya terbuka untuk umum. Dalam kulwap tersebut diajukan 10 pertanyaan, namun saya akan menuliskan sebagian besar resumenya saja, yang langsung berkaitan dengan topik tersebut.

Tulisan resume di bagian 2 ini akan membahas pertanyaan dan jawaban no 6 sampai terakhir selama kulwap berlangsung.

 

Pertanyaan 6 :

  1. Untuk anak-anak bagaimana cara tahu bakat mereka karena butuh waktu dan konsisten sepertinya untuk menemukan bakat (ada rentang saat usia berapa akan kelihatan) ?
  2. Apakah kata dalam 1 baris talents mapping itu bertolak belakang atau bgmn?
  3. Dan ketika sudah ketemu, bgmn cara kita mengoptimalkan bakat sesuai keunikan masing-masing ?

Tanggapan 6 :

Untuk anak anak tahu bakat mereka sendiri, juga kita tahu bakat anak anak, yang dibutuhkan memang Waktu dan Observasi.

Seperti halnya kita juga butuh waktu untuk bisa mengenali keunikan diri kita, maka anak anak pun demikian. Anak butuh waktu bertumbuh dan menjalani semua pertumbuhan fitrahnya secara sehat, sampai usianya aqil baligh.

Semakin banyak ragam kegiatan yang anak anak jalani secara alami, maka semakin banyak referensi dalam dirinya untuk bisa dia nilai, apa ya kegiatan yang saya suka, aktivitas mana yang saya betah mengerjakannya, dan mana yang saya tidak tahan mengerjakannya lama-lama

Jadi pengasuhan kita ke anak anak kita bukanlah pengasuhan yang digegas, harus tahu bakat anak segera, tapi justru pengasuhan yang berjalan secara alami dan memberikan ruang dan waktu bagi anak anak untuk menemukan dirinya seiring perjalanan hidup nya. Tugas kita adalah mendampingi dan mengamati, serta siap mensupport sebagai coach jika waktunya nanti mereka siap (usia menjelang aqil baligh)

Peran orang tua dalam mengenali keunikan anak, tergambar secara singkat di tulisan ini

Pentingnya Orang Tua Mengenali Keunikan Anak

Secara lengkap, kira-kira gambaran pengasuhan kita yang menunjang pengembangan bakat anak adalah seperti di tulisan ini.

Mengenali Bakat dan Misi Unik Anak

Terkait kata dalam baris Talents Mapping, mungkin maksudnya mengacu pada tabel yang saya share ya ? di Talents Mapping tidak ada bakat yang bertolak belakang.

Untuk lebih jelasnya tentang Talents Mapping dan hasilnya, bisa disimak di tulisan tulisan berikut :

Mengapa Talents Mapping Bag 1

Mengapa Talents Mapping Bag. 2

Hasil Talents Mapping sendiri ada 34 bakat, yang saya share itu hanya 7 teratas saja. Ini contohnya hasil saya pribadi :

34 bakat elma

Semua nama bakat itu mewakiili cara berpikir, cara merasa, dan cara berperilaku tertentu. Dengan memahami urutan bakat sendiri serta paham kombinasi unik yang terbentuk dalam diri, jadi terbayang hal produktif apa yang bisa dilakukan dengan mendayagunakan semua potensi bakat kuat dan menyiasati bakat lemah ini.

Ini baru 1 bagian hasil, ditunjang 4 bagian hasil lainnya, jadi lebih komprehensif dan tajam dalam mengenali keunikan diri, dan makin paham arah tugas yang Allah mandarkan, karena kita mengaitkannya dengan sejarah kehidupan kita.

Bagaimana cara mengoptimalkan bakat sesuai keunikan masing-masing ?

Jawabannya akan beda dan spesifik untuk setiap bakat.

Namun secara garis besarnya, Allah selalu memberi petunjuk jalan, termasuk membukakan pintu kesempatan yang memang sesuai dengan modal keunikan kita, dengan tujuan mengarahkan perjalanan kita menuju kesana.

Sayangnya, jika kita tidak mengenal diri dengan baik dan mendalam, kita bisa mengira semua pintu kesempatan yang terbuka itu memang untuk kita, dan bisa kita masuki. Kita mengira “You can be anything you want”, padahal tidak. Allah sudah siapkan kita untuk jalan tertentu (jalan sukses tertentu) dan menyiapkan modal untuk menjalankan tugas kita di jalan itu.

 

Pertanyaan 7 :

  1. Bagaimana siasat bila suami-istri sama2 kuat di command? Agar tidak sering berantem? Apakah suami-istri tipe ini cocok untuk bekerja sama dalam suatu usaha bersama (wiraswasta)?
  2. Saya & suami sudah ikut TM tapi belum konsultasi. Saya bisa konsultasi ke mana ya?

Tanggapan 7 :

Pertanyaannya sudah lebih spesifik ke hasil TM, berhubung tema kulwap kita adalah personality keluarga, jadi jawaban saya mengarah ke situ dulu ya, saya kaitkan kesitu

Supaya nyambung dan paham, kira kira ciri orang dengan bakat kuat Command itu seperti ini  :

  • Pribadi yang tegas, lugas, adakalanya keras.
  • Menghadapi konflik adalah hal yang mudah
  • Punya energy melimpah untuk berhadapan dengan orang lain

Sekali lagi setiap orang bukan hanya punya 1 bakat, tapi 34 bakat dengan urutan berbeda. Jadi tidak ada yang kita sebut Orang Command saja, karena aslinya setiap orang itu memang multi talents. Kombinasi antar talents itulah yang membuat kita jadi sangat unik.

Jika suami dan istri qadarullah sama sama punya bakat kuat ini, maka apakah ini masalah ? Tentu saja tidak. Yang jadi masalah adalah jika tidak tahu bagaimana mengelola kerjasamanya.

Dalam relasi suami istri, sudah jelas yang akan jadi qawwam adalah suami, maka suami bisa mendayagunakan bakat Command nya dalam memimpin keluarga yaitu istri dan anak anak. Karena itu yang utama. Kalau mengutip suami saya, Muhammad Firman (praktisi senior Talents Mapping dan juga inisiator Fatherhood Forum), “Leading a Family is a Prime Leadership”

Jika menjalankan usaha bersama, bisa juga suami yang menjadi pemimpin dan mendayagunakan bakat Command nya, bisa juga tidak.

Yang jelas, seorang istri yang punya bakat kuat Command jelas butuh untuk memimpin sesuatu, mengendalikan sesuatu, dan in iperlu diberi ruang, jangan ditekan dan dipendam. Jadi jika bisa, istri yang memimpin usaha bersama, atau istri memimpin bagian tertentu dari usaha bersama itu, sementara suami jadi pimpinan utama, misalnya.

Bagaimana detil perannya tentu akan sangat bergantung bakat bakat lainnya dari sang suami juga dari sang istri. Tidak bisa sekedar memilih peran dengan hanya melihat 1 bakat saja.

Konsultasi hasil TM bisa ke praktisi terdekat di masing-masing kota , di Depok setahu saya juga ada beberapa.

 

Pertanyaan 8 :

  1. Apakah satu-satunya cara menemukan kelebihan dan kelemahan diri dan pasangan hanya melewati Talents Mapping Tests? Adakah metode lain yang sekiranya dapat dijadikan alternatif mengenal keunikan diri?
  2. Bagaimana kita dapat menentukan misi keluarga kita yang sebenarnya? Apakah sambil jalan sambil diskusi bersama suami, ataukah harus sesegera mungkin kita tentukan beserta langkah2 dan waktu pencapaian nya?

Tanggapan  8 :

Jawabannya masih berhubungan dengan dengan jawaban pertanyaan lain di atas tadi ya

Cara menemukan kelebihan dan kelemahan diri dan pasanganm tentu alat utamanya bukan Talents Mapping, alat utamanya adalah mata dan hati kita 😊

Berdoa pada Allah supaya Allah tajamkan bashirah dalam hati kita, sehingga mampu melihat apa yang Allah tampakkan depan kita namun selama ini luput.

Kami sendiri menggunakan tools ini, setelah banyak tools lain yang kami gunakan karena kami senang menggunakan kosa kata yang tepat dalam menggmbarkan potensi yang kami amati.

Misalnya :

Elma ini dari dulu tukang mikir, sering melamun, kalau mikir kayaknya ribet banget, terus kalau ditanya sesuatu jawabannya bisa dalem kadang ga sesuai dugaan orang.

 Ini bahasa umum 👆 Terasa menyenangkan untuk didengar ? Hmmm .. yang jelas sih tidak menggambarkan potensi apa apa.

Tapi lain jadinya ketika kami menemukan kosa kata yang tepat di Talents Mapping,jadinya seperti ini :

INTELLECTION :  senang berpikir, mawas diri dan lebih menyukai diskusi-diskusi yang bersifat intelektual.

  • Pemikir dalam yang berusaha memahaminya untuk dirinya sendiri.
  • Menikmati waktu menyendiri karena hal tersebut merupakan saat-saat baginya untuk merenung dan introspeksi.
  • Senang berpikir, aktivitas-aktivitas olah mental dan melatih daya pikirnya ke berbagai arah.

Tema bakat ini merupakan salah satu bakat yang banyak terdapat pada peran: Filosof, Peneliti, Pertimbangan untuk mulai atau meneruskan studi dalam bidang filosofi, Sastra atau Psikologi.

Atau ringkasnya, Intellection ditandai dengan ciri berikut :

  • Pribadi yang sangat senang berfikir mendalam
  • Merenung sampai ke esensinya
  • Senang berfikir dalam ketenangan

Dengan gambaran seperti di atas, saya jadi bisa melihat bahwa sesuatu yang saya amati yang saya kira adalah kekurangan ternyata adalah sebuah potensi kekuatan yang menunggu untuk didayagunakan.

Dan ini baru 1 bakat, saya masih punya 33 bakat lainnya denagn urutan khas, yang jadinya membentuk kombinasi yang unik. Itulah keunikan bakat saya.

Memahami diri dengan bahasa yang optimis dan sesuai potensi sebenarnya membantu diri kita memahami modal apa yang Allah berikan kepada kita.

Kita tidak lagi melihat dengan kacamata suram, tapi justru dengan jernih, dan Talents Mapping adalah kaca bening dan jernih yang bisa mencerminkan apa yang ada dengan sangat baik dan akurat.

Misi keluarga ditemukan seiring perjalanan hidup. Ada yang menemukannya ketika masih di awal pernikahan, ada yang di tengah. Ada yang segera menemukannya, ada yang setelah 10 tahun. Perjalanan setiap orang bermacam-macam, yang penting adalah buka mata hati dan telinga, karena Alalh tidak henti memberi petunjuk.

Sebagai gambaran, misi yang kami temukan dalam diri masing-masing serta keluarga kami adalah ini :

family identity n mission elf

Bagaimana ceritanya sampai menemukan kalimat kalimat ini ? Perenungan panjang dan mengenali petunjuk dari semua yang Allah sajikan dalam perjalanan hidup kami.

Suami saya ikut assessment Talents Mapping tahun 2006. Namun jauh sebelum itu, suami saya sudah paham bahwa minat dan concern utama dirinya adalah selalu tentang mengenali keunikan potensi diri baik pada dirinya maupun orang lain, serta membantu orang mencapai bentuk terbaiknya.

Ini kemudian match dengan hasil TM no 1 adalah Individualization.

INDIVIDUALIZATION : mampu melihat keunikan dari masing masing orang secara individual dan memikirkan bagaimana orang-orang yang unik dan berbeda dapat bekerja bersama secara produktif.

Match kan ya ? dan jadi terlihat hal produktif apa yang bisa diciptakan atau lebih tepatnya ditugaskan oleh Allah untuk suami saya.

Dan ini baru dari 1 bakat. Kombinasi bakatlah yang kemudian menentukan keunikan tugas kita nanti.

Tahun 2004, sebelum kami menikah, dan sebelum suami saya ini ikut Talents Mapping, suami saya sudah sering bicara tentang otentisitas diri, diri yang otentik.

Dan jika ditarik lagi ke belakang, sejak kecil suami saya senang mengamati kehidupan manusia, berbagai ragam kisah hidup manusia, jadi tempat curhat banyak orang, dan arah bicaranya selalu tentang jadi apa hal terbaik yang bisa Anda lakukan dengan potensi Anda.

Jadi wajarlah jika kemudian misi pribadi yang ditemukan bunyinya adalah :

“Memandu setiap pribadi mengenal dirinya dan menemukan tujuan hidupnya untuk menjadi diri yang paripurna”

Demikian juga dengan saya.

Sejarah hidup saya penuh dengan kisah jatuh bangun bertahan hidup dalam konflik keluarga besar dengan berbagai sebab. Saya masih bisa bernapas normal dan berpikir normal, beriman dan bahagia, karena qadarullah saya adalah anak yang sejak kecil senang merenung. Merenung adalah hal otomatis yang pasti saya lakukan, tanpa diniatkan, tanpa di-acara-kan.

Saya mengamati dan mengalami setiap konflik keluarga, tapi yang terpapar ke saya adalah hikmahnya. Saya belajar sendiri, dipandu Allah, mengurai emosi, mencari hikmah, sehingga tidak menebal jadi trauma, justru menjadi pemikiran tentang bagaimana semestinya keluarga yang dibangun dengan benar itu. Dan saya menjalaninya relatif dengan hati tenang, bukan dengan marah. Allah sudah menyelamatkan saya sejak dulu sampai sekarang.

Oleh karenanya, pesan besar hidup saya adalah tentang esensi berkeluarga, mencari hakikat keluarga dalam bentuk yang paling hakiki yang Allah perintahkan.

Maka wajar juga jika misi yang kemudian ditemukan adalah :

“Merekontruksi keluarga menuju hakikatnya yang sejati”

Bahkan saya menemukan kata rekonstruksi, bukan kontruksi. Karena saya juga membangun ulang apa yang dulu tidak saya alami dan tidak saya miliki ketika saya kecil. Apa yang saya bangun sekarang, kemudian qadarullah ternyata juga bisa jadi pembelajaran dan ilmu yang bermannfaat untuk orang lain.

Ini juga match dengan bakat yang tergambar di hasil TM saya. Hasil TM itu saya dapat tahun 2010. Misi nya sendiri baru terumuskan dengan sendirinya dengan bahasa demikian tahun 2015.

Benang merah antara misi pribadi suami saya dan saya adalah kalimat “mengembangkan otentisitas” dan “membangun sesuai hakikat”, maka misi keluarga kami yang memang terbentuk dari sinergi yang Allah jodohkan dalam bentuk peran suami istri dan ayah bunda adalah :

“Menumbuhkan manusia dan keluarga sesuai hakikat fitrah dan otentisitasnya”

Semua ini hasil merenung, berpikir mendalam, diskusi, berguru pada banyak guru dan menemukan pembelajaran seputar diri, Allah, keluarga, fitrah manusia, kurikulum Allah, peradaban, peran ibu dan peran ayah, pertumbuhan anak serat kedewasaannya, dan lain sebagainya.

Tentu butuh waktu, so take your time. You just need to start, because Allah is already there giving you clues and advice 😊

Resume Kulwap “Personality of Our Family” Bag.1

misi keluarga elf

Tanggal 6 Agustus 2018 telah dilaksanakan kulwap yang saya isi dengan tema Personality of Our Family oleh Ibu Profesional Solo Raya terbuka untuk umum. Dalam kulwap tersebut diajukan 10 pertanyaan, namun saya akan menuliskan sebagian besar resumenya saja, yang langsung berkaitan dengan topik tersebut.

Tulisan resume di bagian 1 ini akan membahas pertanyaan dan jawaban no 1 sampai 5 selama kulwap berlangsung.

Pertanyaan 1 :

Suami saya orang yang sangat padat aktivitas. Saya dengan 5 anak berusaha untuk menyesuaikan. Keluarga kami belum membentuk team. Saya selaku orang yang pertama mendapat ilmu dan menyadari pentingnya bersama menentukan visi misi keluarga secara serius. Bolehkah saya sendiri dulu menyusun apa2 yang menurut saya keunikan kami sembari konfirmasi kepada suami. Atau bagaimana baiknya?

Tanggapan 1 :

Misi hidup adalah sesuatu yang Allah berikan pada hidup kita, bukan rumusan atau bentukan kita. Oleh karenanya yang perlu dilakukan adalah hening mengamati alur hidup kita selama ini, dan membaca apa pesan besar yang berulang dalam hidup kita. Sebuah pesan yang kita rasakan betul itu hikmah berulang yang selalu terkait dengan kapasitas keunikan kita.

Continue reading “Resume Kulwap “Personality of Our Family” Bag.1″

Big Picture Keluarga Sesuai Kombinasi Bakat Diri dan Pasangan

tabel bakat elf family

Masing-masing orang punya bakat uniknya sendiri. Begitu pun diri kita dan pasangan kita. Setiap bakat itu Allah install sebagai modal berkarya sesuai jalan tugas yang akan Allah mandatkan.

Di sisi lain, suami dan istri perlu melihat bahwa keunikan pribadi, kesamaan minat, perbedaan bakat adalah petunjuk lebih besar lagi tentang apa tugas yang akan Allah mandatkan kepada keluarga kita.

Continue reading “Big Picture Keluarga Sesuai Kombinasi Bakat Diri dan Pasangan”

Menyusun Proyek (Keluarga) Sesuai Bakat Diri

7

Di Materi ke -7 Ruang Berkarya Ibu kali ini, tugasnya adalah : “Menyusun rencana proyek sesuai bakat diri untuk menghasilkan suatu program maupun produk”.

Awalnya bingung mau membuat proyek apa, karena merasa tidak yakin bahwa ada tenaga dan kapasitas mengerjakan proyek lain di tengah kesibukan mengasuh 4 anak, sedang hamil anak kelima, serta mendampingi suami untuk tugasnya dalam semua amanah terkait Talents Mapping, baik dalam ranah Pathfinder Consulting maupun yang ditugaskan oleh Abah Rama Royani.

Lalu dari situ terpikir, lho bukannya Pathfinder sendiri jelas jelas adalah ruang berkarya suami dan saya selama ini yang sesuai bakat diri kami, dan sesuai concern kami selama ini ? 

Memang sebenarnya lebih banyak aktivitas dan kontribusi kami di luar penggunaan media Pathfinder, seperti Fatherhood Forum selama tahun 2015, atau mengisi berbagai kegiatan seputar parenting. Namun untuk kegiatan yang kami gagas sendiri, dengan materi yang kami susun sendiri, atau kegiatan belajar terstruktur dari maestro yang kami selenggarakan, memang kami sering memakai media Pathfinder.

Rasanya proyek yang sudah konsisten kami kerjakan sebagai satu keluarga, sesuai bakat diri dan keluarga, serta jelas ada logonya, adalah Pathfinder (sejak 2011) dan Fatherhood Forum (sejak 2015).

Continue reading “Menyusun Proyek (Keluarga) Sesuai Bakat Diri”

Memvisualisasikan Misi Menjadi Tujuan

blog (3)

Tugas materi ke 4 ini adalah menuliskan kata motivasi atau penyemangat, yang berisi tujuan atau mimpi.

Saya sendiri punya bakat Intellection dan Focus, sehingga bagi saya jika yang dituliskan adalah hasil renungan, maka itu lebih menguatkan saya karena tujuan saya jadi lebih jelas.

Maka inilah yang saya tuliskan sebagai kata penyemangat saya.

Seiring perjalanan waktu, saya menemukan tugas berulang yang saya temui, tanpa saya minta dan cari. Saya merasa ini tugas yang Allah berikan. Semua selalu berkaitan dengan keluarga.

Ini sangat bisa dipahami, karena keluarga orang tua saya adalah keluarga yang tidak punya konstruk yang jelas tentang menjalani kehidupan keluarga. Konflik keluarga terjadi berkepanjangan. Maka ketika membentuk keluarga sendiri saya mengambil pelajaran dari itu semua, dan belajar mengkonstruksi ulang keluarga. Saya menyandarkan pemahaman atas hakikat keluarga yang sebenarnya, yang sejati, yang bukan semata warisan masa lalu.

Oleh karena itu, inilah misi yang saya temukan : “Merekonstruksi keluarga menuju hakikatnya yang sejati”.

Untuk melakukan misi ini, saya butuh menjadi diri saya yang otentik, dan diri saya yang terbaik sesuai bakat saya. Aamiin, semoga Allah membimbing kita semua selalu 🙂